Senin, 21 Oktober 2019

Strategi Menjaga Kinerja dan Performa Karyawan



Perusahaan dengan performa karyawan yang stabil bahkan terus meningkat tentunya menjadi impian banyak manajer. Kenyataannya, menjaga motivasi dan produktivitas kerja bukan hal yang mudah. Sebagai manusia biasa, karyawan bukan hanya harus menyelesaikan pekerjaan di perusahaan tapi juga punya kehidupan lain di luar perusahaan.
Tidak jarang para manajer memastikan motivasi kerja karyawan tetap tinggi dengan berbagai cara. Hal ini juga menjadi kesulitan tersendiri karena beban yang cukup besar. Mulai dari mengatur jadwal pekerjaan, membuat laporan keuangan, bertanggungjawab akan fasilitas kantor, hingga mengatur karyawan.
Nyatanya, ada dua alasan karyawan tidak bisa menunjukkan motivasi kerja yang tinggi, yaitu ketidakmampuan karyawan atau hilangnya keinginan untuk berkarya lebih baik. Ada kemungkinan karyawan mengalami hambatan karena faktor eksternal dan internal, atau tak ingin melakukan pekerjaan dan menunjukkan performa terbaik karena satu dan lain hal.
Seorang manajer yang baik harus memikirkan dua hal ini secara terpisah sehingga memerlukan analisa dan solusi yang tepat.

Temukan Hambatannya

Tidak sedikit manajer yang berpikir jika berbicara pada karyawan bisa memberikan semangat atau meningkatkan kinerja. Begitu juga saat menjanjikan bonus, tunjangan, atau hadiah, belum tentu karyawan tergerak untuk menyalurkan kreativitas dan enggan mengubah rutinitas kerjanya. Tapi bukan berarti mereka malas.
Pertama, coba cari tahu kesulitan yang dihadapi sehingga dapat menghambat pekerjaannya. Ada berbagai kategori halangan yang bisa diidentifikasi, misalnya batasan fisik, waktu yang dimiliki, fasilitas yang diperlukan, hingga keterbatasan ilmu yang dimiliki.
Untuk mengidentifikasi faktor penghambat ini sebenarnya cukup mudah. Minta untuk memikirkan mengenai diri sendiri dan hal-hal yang membuat bekerja terasa sulit. Pastikan mereka bisa berbicara terbuka dan jujur sehingga perusahaan dapat membantu untuk mengatasinya.

Hilangkan Faktor-Faktor Pembatas

Setelah mampu mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dirasakan oleh karyawan, selanjutnya hilangkan untuk menjaga kinerja karyawan. Biasanya, karyawan sendiri sudah memikirkan solusi saat menjelaskan kesulitan yang dialaminya.
Manajer tinggal mendorong karyawan untuk lebih aktif dalam menyampaikan ide dan memintanya untuk menerapkan solusi. Tidak ada salahnya untuk meningkatkan motivasi kerja dengan memberi kesempatan kedua dan memberi pujian saat akhirnya berhasil mengatasi rintangan tersebut.

Ukur Kinerja dengan Software Performance Management

Untuk mengetahui keberhasilan karyawan untuk melampaui kesulitan yang sempat menghambat kinerjanya adalah mengukurnya dengan performance appraisal. Kegiatan manajemen yang dilakukan oleh perusahaan ini akan menilai dan meninjau karyawan berdasar posisi dan jabatannya masing-masing.
Bukan hanya melihat dari hasilnya, tapi penilaian yang teliti dan akurat pun juga harus menilai proses karyawan melakukan pekerjaannya agar mendapatkan hasil yang obyektif. Namun praktiknya, penilaian kinerja karyawan ini seringkali menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan biaya. Hasilnya pun terkadang tidak memberikan dampak langsung bagi kemajuan perusahaan akibat penentuan standar penilaian yang kurang tepat.
***
Untungnya di era teknologi serba digital, penilaian kinerja karyawan dipermudah dengan software performance management yang akan mengotomatisasi penyusunan penilaian kinerja karyawan. Jangan salah pilih software yang tepat, jatuhkan pilihan pada LinovHR yang menyediakan Software Performance Appraisal berbasis web. Selain punya fitur-fitur yang lengkap dalam proses perencanaan, penyusunan nilai, pelaksanaan penilaian, dan review kinerja karyawan, hasil akhirnya pun akan membuat penilaian kinerja yang lebih baik daripada menggunakan sistem manual.


EmoticonEmoticon