Jumat, 05 April 2019

Panduan Lengkap Cara Mengajukan KPR di Indonesia



Mengajukan KPR butuh persiapan dan proses yang panjang. Namun semuanya bisa menjadi mudah jika Anda sudah mengetahui syarat dan tahap-tahapnya.Kredit Perumahan Rakyat adalah salah satu jenis bantuan pembiayaan untuk membeli rumah. Meski ada sejumlah lembaga pembiayaan yang memberikan fasilitas KPR, namun bisa dibilang mayroitas bantuan pembiayaan perumahan ini berasal dari perbankan, baik negeri maupun swasta.Anda bisa memilih bank yang sesuai dengan keinginan Anda, namun biasanya pengembang perumahan juga telah bekerja sama dengan sejumlah bank. Perbedaan antara mengajukan KPR lewat bank yang telah bekerja sama dengan pengembang yang tidak bekerja sama adalah kepraktisannya.

Karena belum bekerja sama, bank pilihan Anda akan meminta Anda untuk melengkapi sejumlah data seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), denah bangunan, Akta Jual Beli (AJB), dan lain-lain. Sementara, bank yang telah bekerja sama dengan pengembang tidak akan meminta itu karena bank telah mendapatkan jaminan dari pengembang saat mengadakan kerja sama.Jadi, untuk mengajukan KPR, ada baiknya jika Anda memilih bank yang telah lebih dulu bekerja sama dengan pengembang.

Syarat Mengajukan KPR

Jika Anda memiliki tunggakan utang yang tidak lancar, nama Anda akan masuk dalam daftar hitam BI, sehingga besar kemungkinan pengajuan KPR Anda ditolak.Bank sebagai pemberi fasilitas pembiayaan akan melakukan seleksi ketat terhadap calon debitur. Meski ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, secara umum, proses pengajuan KPR tidaklah sulit. 

Berikut panduan mengajukan KPR dan persyaratan umum dalam mengajukan KPR:
Warga Negara Indonesia (WNI) dan memahami hukum
Khusus buat karyawan, yang berusia minimal adalah 21 tahun dan maksimal 55 tahun
Jika wiraswasta dan profesional, usia minimal adalah 21 tahun dan maksimal 65 tahun
Mempunyai penghasilan rutin setiap bulan
Sudah bekerja minimal dua tahun untuk karyawan
Sudah menjalankan usaha minimal tiga tahun untuk wiraswasta dan profesional

Jika Anda merasa sudah memenuhi persyaratan tersebut di atas. Langkah berikutnya dalam pengajuan KPR adalah memastikan keuangan Anda 'sehat'. Ya, bank tentu berusaha meminimalisir risiko terjadinya kredit macet. Sejumlah indikator yang menjadi acuan bank untuk memastikan 'kesehatan' keuangan Anda di antaranya adalah Informasi Debitur Individual (IDI).IDI didapat melalui Bank Indonesia (BI), atau dikenal juga dengan istilah BI Checking. Di dalam IDI tersimpan riwayat utang Anda ke lembaga-lembaga pembiayaan yang terdaftar resmi. 

Singkatnya, jika Anda memiliki tunggakan utang yang tidak lancar, nama Anda akan masuk dalam daftar hitam BI, sehingga besar kemungkinan pengajuan KPR Anda ditolak.Bank juga akan memeriksa persentase total cicilan Anda terhadap pemasukan bulanan Anda. Bank mensyaratkan total cicilan adalah 30% dari pemasukan. Jadi, misalnya pemasukan bersih Anda Rp10 juta per bulan, maka cicilan maksimal yang bisa diberikan bank adalah Rp3 juta.

Jika Anda memiliki cicilan lain seperti cicilan kartu kredit, kendaraan bermotor, dan lain-lain, yang jika digabungkan dengan cicilan rumah Anda melebihi persentase 3%, akan semakin kecil peluang bank meloloskan pengajuan KPR Anda.Untuk memudahkan bank melakukan pengecekan dan pembuktian, Anda perlu menyiapkan dokumen atau berkas-berkas umum yang diperlukan, di antaranya adalah sebagai berikut:
Fotokopi identitas (KTP) dan Kartu Keluaraga
Jika sudah menikah, sertakan fotokopi Akta Nikah/Cerai/Perjanjian Pranikah
Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pribadi
Bukti rekening tabungan atau rekening koran selama tiga bulan terakhir
Slip gaji dan surat keterangan kerja asli (stempel basah) bagi karyawan
Bagi profesional seperti dokter, pengacara, dan lain-lain, sertakan surat izin praktik
Untuk wiraswasta, siapkan fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Akta Pendirian Perusahaan, Tanda Daftar Perusahaan, NPWP perusahaan, dan laporan keuangan terakhir.

Selanjutnya, persiapkan juga berkas-berkas khusus terkait rumah yang akan Anda beli. Jika Anda mengajukan KPR untuk membeli rumah baru, maka Anda akan membutuhkan Surat Pemesanan Rumah dari pihak pengembang sebagai salah satu syaratnya.Berikut ini persyaratan tambahan untuk mengajukan KPR rumah second atau pengembang yang tidak bekerja sama dengan bank:
Data diri penjual (fotokopi KTP suami-istri dan Kartu Keluarga)
Fotokopi sertifikat rumah
Fotokopi denah bangunan
Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbaru

Penghasilan Gabungan Suami-Istri

Bagi Anda yang sudah menikah, Anda bisa mengajukan KPR dengan perhitungan penghasilan gabungan antara suami dan istri.Yang perlu diketahui, bank tidak hanya menghitung kemampuan keuangan secara individu. Bagi Anda yang sudah menikah, Anda bisa mengajukan KPR dengan perhitungan penghasilan gabungan antara suami dan istri. Dengan demikian, plafon Kredit Pemilikan Rumah Anda bisa lebih tinggi, sesuai penghasilan gabungan dengan pasangan.

Keuntungan Menggunakan Fasilitas KPR

Salah satu keuntungan menggunakan fasilitas KPR adalah rumah bisa ditempati sebelum lunas.Ada beberapa keunggulan yang membuat KPR menjadi favorit masyarakat Indonesia, di antaranya adalah:

Mengurangi risiko. Saat ini, banyak pengembang yang menawarkan rumah yang belum dibangun. Bank yang memberikan fasilitas KPR untuk sebuah perumahan tentu saja sudah memeriksa lebih dulu kredibilitas pengembang.

Legal. Bank dan Badan Pertanahan Nasional akan memeriksa lebih dulu lahan perumahan yang bersangkutan, sehingga kecil kemungkinan akan muncul sengketa di kemudian hari.

Rumah bisa ditempati sebelum lunas. Ya, meskipun durasi cicilan Anda 25 tahun, Anda tak perlu menunggu hingga lunas untuk menempatinya. Saat bangunan sudah selesai, Anda bisa langsung menempatinya.

Instrumen bisnis. Meski cicilan belum lunas, Anda bisa menyewakan rumah tersebut. Dengan demikian, cicilan pun bisa menjadi lebih ringan. Tergantung letak perumahan, harga sewa bisa setara harga cicilan sehingga Anda tak perlu lagi membayar cicilan menggunakan uang Anda sendiri.

Mau mengajukan KPR? Jangan keburu nafsu, cek dulu review properti yang terpercaya yang menyajikan info secara obyektif dan transparan, sehingga Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya.


EmoticonEmoticon