Selasa, 19 Februari 2019

Apa sih bedanya klaim asuransi prudential syariah dan konvensional




Sebelumnya kita harus tau dulu nih, klaim itu apa sih? Klaim adalah pengajuan hak yang oleh pemegang polis kepada penanggung untuk mendapat haknya berupa pertanggungan atas kerugian berdasarkan akad atau perjanjian yang telah dibuat atau disepakati sebelumnya. Dengan kata lain klaim adalah proses pengajuan dari peserta untuk mendapakan uang pertanggungan setelah peserta atau pihak tertanggung melaksanakan seluruh kewajiban kepada perusahaan atau pihak penanggung yaitu berupa penyelesaian pembayaran premi sesuai dengan kesepakatan atau perjanjian sebelumnya. Klaim adaah hak peserta asuransi yang wajib diberikan oleh perusahaan sebagai pihak penanggung sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian atau akad.
Adapun ketentuannya adalah:

     1.  Klaim dibayarkan susuai dengan perjanjian atau akad yang telah disepakati di awal
   
     2.  Klaim dapat berbeda dalam jumlah jika pembayarannya berbeda

     3.  Klaim (akad tijarah) sepenuhnya adalah milik peserta atau pihak tertanggung yang harus ditunaikan oleh perusahaan atau pihak penanggung.

    4. Klaim (akad tabaru’) adalah hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan tetapi sebatas perjanjian yang telah dibuat.

Ada empat langkah yang harus dilakukan oleh peserta untuk melakukan pembayaran, yaitu : pemberitahuan kerugian, penyelidikan kerugian, bukti kerugian, dan pembayaran atau penolakan klaim.

Untuk mendapatkan asuransi, peserta wajib membayar premi yang telah ditetapkan dalam akad atau perjanjian di awal, dan dengan itu otomatis peserta akan mendapakan klaim. Pada asuransi konvensional menggunakan akad jual beli sehingga dana atau premi yang telah dibayarkan sepenuhnya milik perusahaan. Sedangkan pada asuransi syariah premi yang dibayarkan tetap milik nasabah yang diamanahkan ke perusahaan.

Konsep asuransi prudential link konvensional

Perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan hubungan penanggung dan tertanggung berupa premi asuransi dan penggantian kepada tertanggung. Peserta atau tertanggung membayar premi yang akan digunakan untuk dana proteksi dan investasi.

Peserta membayar premi dan perusahaan akan memberikan ganti rugi berupa klaim jika terjadi musibah sebagaimana telah diperjanjikan dalam kontrak asuransi (polis)

Konsep asuransi prudential link syariah

Adalah sekumpulan orang saling membantu dan saling menjamin dengan mengeluarkan dana tabarru’. Peserta membayar kontribusi, untuk disimpan dalam rekening dana tabarru’ yang akan digunakan untuk membantu peserta lain jika terkena musibah (premi).

Konsep yang digunakan adalah sa;ing memikul risiko antar sesama peserta, sehingga satu sama lain saling pikul risiko atas risiko yang muncul, saling pikul risiko ini didasarkan untuk saling tolong menolong.

Sumber pembayaran klaim:

     1.       Konvensional

Sumber pembayaran klaim berasal dari perusahaan sebagai pihak penanggung, murni bisnis, dan tidak ada nilai spiritual yang melandasi. Klaim yang dibayarkan oleh perusahaan merupakan kewajiban, hubungan timbal balik yang telah diatur di perjanjian awal, yaitu peserta wajib membayar premi  sebagai pihak tertanggung dan perusahaan sebagai pihak penanngung wajib memberikan klaim saat peserta terkena musibah atau jika sudah jatuh tempo.

Sampai sekarang masyarakat masih beranggapan bahwa perusahaan asuransi hanya mau menerima premi, giliran peserta mendapat musibah peraturan penerimaan klaim menjadi berbeli-belit. Tetapi persepsi tersebut kadang hanya anggapan yang salah dari masyarakat.

Mengapa perusahaan tidak dengan mudah memberikan klaim pada setiap nasabah karena perusahaan asuransi adalah lembaga yang dipercaya oleh banyak orang untuk mengelola uang sehingga memang harusnya tidak dengan mudah memberikan uang kepada seseorang yang mengajukan klaim tanpa menyelidikinya terlebih dahulu.

     2.       Syariah

Sumber pembayaran klaim berasal dari rekening tabarru’ yaitu rekening dana tolong menolong dari seluruh peserta sehingga seluruh peserta saling menanggung, yang sejak awal telah diakadkan dengan ikhlas untuk keperluan sesama saudara muslim jika ditakdirkan mendapa musbibah, sakit, atau meninggal.

Masyarakat yang islami percaya bahwa saling tolong menolong dengan landasan sistem asuransi yang berlandaskan syariat islam merupakan suatu ibadah untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.





EmoticonEmoticon