Kamis, 10 Januari 2019

Punya Anak Aktif? Baca Tips Parenting Ini Dulu


tips parenting

Anak adalah anugerah terindah, namun memiliki anak yang terlalu aktif kadang bikin orang tua pusing. Saat mengasuhnya, ia tak mau duduk diam sambil main puzzle atau belajar mengenal abjad. Anak aktif malah berlarian keliling rumah dan mencoba untuk memanjat lemari. Sebelum emosi karena lelah menghadapi keaktifannya, lebih baik baca tips parenting ini.

1. Salurkan Energinya

Anak aktif memiliki energi yang jauh lebih tinggi daripada anak lain seusianya. Jangan paksa ia untuk duduk, karena anak akan bosan lalu berdiri dan meloncat 5 menit kemudian. Daripada pusing melihat kelakuannya, lebih baik ajak ia untuk kursus berenang. Anda juga bisa mengajaknya untuk jogging setiap sore. Olahraga akan menyalurkan energinya yang berlebihan.

2. Jangan Melarangnya Berlebihan

Anak aktif sering berkegiatan yang membuat Anda was-was, misalnya memanjat lemari atau pohon yang tinggi lalu bergulung-gulung di lantai. Jangan paksa ia turun atau melarangnya untuk memanjat, karena ia akan makin penasaran. Ajarilah anak untuk memanjat dan turun dengan aman. Jangan serta-merta melarang keaktifannya, selama tidak membahayakan dirinya sendiri.
Anak super aktif suka sekali bereksplorasi dan menganggap semua barang jadi mainan. Jika ia menggeser kursi ruang tamu, jangan marah-marah. Siapa tahu ia berimajinasi untuk menyusun kereta api sendiri. Ia boleh bermain dan merangkak di bawah kursi, jangan takut akan kuman. Setelah ia selesai bermain, tata lagi kursi itu dan bersihkan lantai dengan cairan antiseptik.

3. Beritahu Mana yang Bahaya

Tips parentingselanjutnya adalah Anda tidak boleh melarang anak berkegiatan apa saja, tapi ia harus diajari mengenal bahaya. Misalnya, anak tidak boleh bermain dengan kabel listrik, colokan, setrika, dan kompor. Ia juga tidak boleh menyeberang jalan sendiri. Jika anak ngotot ingin melakukannya, beritahu cara menyeberang jalan dengan aman.

4. Dengarkan Ceritanya

Kadang anak bertingkah hanya karena ingin menggoda dan mencari perhatian Anda. Coba dudukkan ia di pangkuan dan dengarkan ceritanya, jangan-jangan Anda lupa akan janji mengajaknya pergi ke taman. Komunikasi adalah kunci penting dalam parenting. Anak yang didengarkan dengan seksama akan merasa diperhatikan dan akan menuruti segala perintah Anda.

5. Ajak Ia Membersihkan Rumah

Setelah asyik bermain, ajaklah anak untuk membereskan mainannya sendiri. Anak juga bisa diajak untuk menyapu atau menyiram tanaman. Kegiatan ini akan menyalurkan tenaganya dan membuatnya tahu bahwa pekerjaan rumah bisa dilakukan oleh siapa saja, bukan hanya ibu atau PRT. Enyahkan rasa tidak tega, anak akan belajar bertanggung jawab sedini mungkin.
Anak super aktif butuh arahan agar bisa menyalurkan energinya yang berlebihan. Bawalah ia berenang atau jogging, biarkan ia bereksplorasi dengan lingkungan dan juga alam. Jangan melarangnya, kecuali jika ia mulai melakukan hal yang berbahaya seperti menyalakan kompor sendiri. Baca tips parenting lainnya hanya di orami.co.id


EmoticonEmoticon